Jumat, 05 Desember 2008

Peran Divisi Hubungan Luar dalam mengoptimalkan HMIF sebagai organisasi pembelajar

Maret dulu, jaman-jaman gw masih nyalonjadi kadiv HubLu, ada syarat untuk bikin suatu tulisan mengenai peran divisi gw... berikut liputannya

--------------------------------------------------------------------------------------------------------

Dibuat sebagai Pemenuhan Syarat Pencalonan Diri Menjadi CaKadiv HubLu

Belajar secara fundamental terdiri dari dua kegiatan, self-learning dan pro-learning, yaitu memahami ilmu sendiri (self-learning) dan menanggalkan ilmu lama serta menyerap ilmu baru (pro-learning). Kegiatan self-learning memerlukan pemahaman diri sendiri dan pemahaman ideologi dan konsep yang dimiliki baik paham kelebihannya, maupun kekurangannya. Kegiatan Pro-learning memerlukan pemahaman dunia sekitar dan pemahaman ideologi dan konsep baru, baik itu kelebihan, maupun kekurangannya. Kegiatan self-learning dan pro-learning dipengaruhi oleh tiap-tiap keperluannya, dan kegiatan belajar dipengaruhi oleh sinkronisasi keduanya, yang mempengaruhi sejauh apa peningkatan kualitas kita. Intinya, Belajar adalah kegiatan perluasan kesadaran secara tajam tentang diri sendiri, dunia sekitar, dan keterkaitan keduanya yang memampukan kita meningkatkan kualitas diri kita.

Tanpa melakukan kegiatan belajar, seorang manusia takkan mampu menyesuaikan diri dan takkan mampu bersaing dengan yang lain. Lama-kelamaan, manusia tersebut akan tereleminasi oleh “seleksi alam”. Organisasi, yang secara kasar, terdiri dari manusia-manusia bervisi sama yang bekerja sama untuk mewujudkan visi tersebut. Apabila salah satu anggota dari organisasi tersebut gagal belajar dan tertinggal, maka kerjasama yang telah dijalin pun akan terganggu, dan organisasi pun terhambat dalam melakukan kegiatan-kegiatannya. Malah mungkin organisasi itu dapat tereleminasi juga. Oleh karena itu, kegitan belajar mengampil peranan penting dalam kelangsungan berjalannya suatu organisasi.

Hal itu tentu saja berlaku pada HMIF sebagai sebuah organisasi. HMIF, melalui divisi-divisi dan bironya, harus terus belajar (menjadi organisasi pembelajar) untuk mempertahankan kelangsungan berjalannya. Divisi Hubungan Luar (selanjutnya akan disingkat SiBuLu), salah satu divisi pada HMIF, membantu proses pembelajaran pada kedua kegiatan fundamentalnya, terutama kegiatan pro-learning. Untuk lebih jelasnya, peran SiBuLu akan dika melalui poin-poin berikut :

1. Pemeliharaan hubungan baik dengan individual dan organisasi diluar HMIF
SiBuLu menjalin hubungan yang baik dengan entitas diluar HMIF, misalnya dengan alumni, staf karyawan, dosen, himpunan lain (khususnya divisi eksternalnya), Keluarga Mahasiswa, himpunan-himpunan informatika pada universitas lainnya dan perusahaan. SiBuLu pun tetap mempertahankan hubungan baik tersebut dalam berbagai prokernya. Untuk jelasnya akan dijelaskan berikut :
• Alumni –> Database Alumni, Sharing Alumni, Temu Alumni
• Staf Karyawan, Dosen –> STEI ALIVE
• Himpunan lain (khususnya HME) –> STEI Alive
• Himpunan IF Univ lain –> AIB (Asosiasi Informatika Bandung)
• Perusahaan –> Company Visit (terbatas pada beberapa perusahaan)

Banyak juga upaya penjalinan hubungan kerjasama yang baik, yang tidak direalisasikan dalam bentuk proker, misalnya mengikuti undangan rapat atau pertemuan dengan KM dan himpunan lain. Tujuan dari penjalinan kerjasama ini adalah membuat citra HMIF di mata umum baik dan mempemudah kerjasama HMIF dengan individu dan organisasi lain.

2. Penerimaan input dari luar HMIF
HMIF pun juga mengadakan berbagai proker yang bertujuan menambahkan wawasan dan pengetahuan anggota HMIF dengan input dari individual dan organisasi lain. Untuk lebih jelasnya akan dijelaskan berikut
• Input dari Alumni : Sharing Alumni
• Input dari Universitas lain : AIB (Asosiasi Informatika Bandung) dan kunjungan Universitas lain ke IF

Diluar proker-proker diatas, SiBuLu pun menerima kunjungan dari sma dan universitas lain yang ingin studi banding atau sekedar melihat-lihat. Disini SiBuLu pun berperan mempromosikan IF pada sma-sma dan berbagi pengalaman atau input dengan Universitas yang mengunjungi IF. SiBuLu tetap aktif mencari input-input penting yang berisi komplain atau saran mengenai bagaimana HMIF seharusnya dari individual maupun organisasi diluar HMIF. Penerimaan input ini bertujuan agar HMIF dapat beradaptasi dengan perubahan keadaan diluar HMIF dan memperbaiki kualitasnya (inti dari kegiatan belajar)

Secara umum peran SiBuLu dapat disingkat menjadi perpanjangan tangan HMIF pada entitas luar HMIF. SiBuLu selain mempunyai tugas seperti pada poin diatas, juga mewakili HMIF di mata umum. Sebagian orang merasa tugas-tugas ini adalah tugas-tugas yang terlihat sederhana. Akan tetapi menurut saya tugas ini adalah tugas-tugas yang berat. Kenyataanya, tugas ini tidak terasa begitu berat, karena (beberapa) anggota SiBuLu bekerja sama, dengan penuh kerja keras, untuk menyelesaikannya.
Akan tetapi peran tersebut kurang dioptimalkan karena terdapat berbagai kekurangan pada SiBuLu (menurut pengamatan saya sebagai salah seorang anggota SiBuLu periode 2007/2008), antara lain :
• Kurang akrabnya beberapa anggota SiBuLu
• Kurangnya kesadaran beberapa anggota dalam menjalankan tugas
• Kurang optimalnya penggunaan SiBulu dan Divisi lainnya dalam HMIF

Misal ada sebuah kegiatan oleh suatu divisi di HMIF, maka seharusnya divisi tersebut menjadi panitian acaranya, Divisi Media menjadi panitia Dokumentasi dan publikasi (untuk acara berskala besar, publikasi dapat dibantu SiBuLu), BiMaDu dibantu SiBuLu menjadi panitia Danus untuk mencari dana (untuk koneksi dengan alumni atau perusahaan), Divisi HubLu dapat menjadi panitia Humas. Divisi dan Biro lainnya dapat membantu pada divisi kepanitiaan lainnya, seperti logistik, konsumsi dll atau divisi Humas, Danus dan lain-lain diatas dapat membuka oprec (open recruitment) untuk anggota dari divisi lain. Akan tetapi pada kenyataanya, SiBuLu tidak pernah mendapat satupun peran tersebut. Dan sepengetahuan saya, kerjasama antar divisi di HMIF pun jarang dilakukan. Hal ini saya dapatkan dari interview himpunan-hinpunan lain mengenai acara company visit, yang merupakan acara berskala besar pada himpunan lain, dan mereka menyelesaikannya, kurang lebih, dengan pembagian tugas pada setiap divisi seperti yang dijelaskan diatas. Semoga HMIF dapat mencontoh himpunan-himpunan lain dalam acara lainnya

Contoh konkretnya, saya melihat anggota Divisi lain, untuk acara divisi mereka, mencari dana sendiri, padahal sebenarnya mereka dapat meminta bantuan SiBuLu untuk mengoneksikan mereka dengan alumni atau mungkin cukup dengan memberi daftar alumni yang bisa dimintai tolong. Mereka pun bisa meminta bantuan dengan BiMaDu untuk masalah dana. Disini terlihat terkotak-kotaknya divisi pada HMIF, tidak terkecuali SiBuLu dalam menyelesaikan masalah.

Saya berharap untuk kedepannya, HMIF, tidak terkecuali SiBuLu, dapat memperbaiki masalah-masalahnya, baik yang baru atau yang berulang-ulang dari kepengurusan sebelumnya. Karena menurut saya, salah satu inti dari memperbaiki kualitas diri dengan belajar adalah memperbaiki kesalahan yang telah dilakukan.

Tidak ada komentar: